Dewi Khayalan
Nih artikel juga dapet dari milis!!! 
jd maaf ya klo udah pernah baca!! (habis keren juga sih!!)
Dewi Khayalan
Penulis : Marsahid Agung Sasongko
Wanita Suci…
Untukmu izinkan, kugoreskan pena, merangkai kata demi kata khusus untuk dirimu.
Mungkin aku memang tak romantis, tapi apa peduliku, kau tak mengenalku dan
memang tak perlu mengenalku. Tapi… tahukah engkau? Dalam setiap jarak yang tercipta,
ada letup kerinduan yang membuncah. Kerinduan akan sentuhan cinta yang kian menipis
dalam kehidupan hari ini.kerinduan akan ‘perhiasan terindah’ di tengah semakin
rendahnya harga diri dan kemuliaan kaum yang menjadi tiang negara.
Wanita Suci…
Kau terindah di antara bunga yang pernah aku temui. Kau teranggun di antara
dewi yang pernah aku jumpai. Begitu indah kau tercipta sebagai hawa.
Begitu anggun kau terlahir bagi adam. Tapi… bagiku kau bukan bunga,
tak mampu aku samakanmu dengan bunga–bunga yang terindah dan
terharum sekalipun. Bagiku manusia adalah makhluk tersempurna dan tertinggi.
Namun dirimu adalah yang tersempurna, tertinggi dan terindah karenanya
tak membutuhkan persamaan.
Wanita Suci…
Tahukah engkau? Dalam setiap lirikan yang tertatap, ada binarnya yang membekas
dan menggoreskan keinginan. Karenanya, jangan pernah kau biarkan aku
menatapmu penuh, sebab itu akan membuatku selalu mengingatmu.
Berarti memenuhi otakku dengan inginkanmu meski hanya bayang.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding anganku.
Menjadikanku berhasrat sepenuh hati, sepenuh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihan bayangmu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh dengan lumpur,
dirimu terlalu suci, terlalu mulia.
Wanita Suci…
Dalam setiap senyummu yang terkembang, ada jejaknya yang senantiasa
melintas di pikiran. Maka, jangan pernah kau tatapku penuh, bahkan kau
tak perlu lirikkan matamu untuk melihatku. Bukan karena aku bertampang macho
seperti Zorro, atau memiliki tubuh seperti Rambo. Juga bukan karena aku
terlalu indah, sama sekali bukan. Tapi karena aku seorang manipulator.
Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku,
mengenakan pakaian sutra emas, meski diriku lebih kotor dari kubangan lumpur.
Kau memang mulia, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi karena
kau toh hanya manusia, hanya wanita biasa, meskipun kau wanita suci.
Wanita Suci…
Serapuh kelopak sang mawar yang disapa badai, seperti itulah saat aku
sendiri terpenjara sepi. Ketika semua t’lah pergi tiada peduli dengan diri ini.
Saat kunikmati hari-hari sepi tiada arti, mencari arti cinta. Saat langkahku
semakin lelah karena duniaku telah mendustakan dan menistakan arti kasih sayang.
Akhirnya aku menemukanmu saat ku bergelut dengan waktu. Kau hadir atas
nama cinta, membawa berjuta cinta dari Sang Maha Pencinta. Dalam tiap
kalimat yang terucap, ada baitnya yang menghujam dan tertanam di hati.
Saat kudengar tutur kata yang terucap, ada damai yang kurasakan.
Bening sinar wajahmu sentuh kalbuku, hilangkan semua pedih dan bimbangku.
Engkaulah yang tetap bersamaku saat ku ragu dan bimbang berpikir bisakah kembali.
Kau yang s’lalu tenangkan badai agar tetap tegar ku berjalan. Ku cinta caramu
mencintai aku, kau buka pintu hatiku. Aku tuliskan rangkaian kata sederhana ini
untuk dirimu yang s’lalu bijaksana. Pencarianku pun usai sudah.
Wanita Suci…
Aku tahu aku takkan bisa menjadi seperti yang engkau minta. Namun selama aku
masih bernyawa aku ‘kan selalu mencoba ‘tuk jadi seperti yang kau minta.
Kau telah menjadi terang dalam gelapku saat ku tersesat dan kau pun juga
menyelamatkan seluruh hidupku. Maka izinkan aku, selama aku masih hidup
di dunia akan kujaga dirimu selayaknya sang putri raja walau ku tahu kau
tak suka karena kau bisa jaga dirimu sendiri. Karena aku bangga bisa
menjadi kenangan, bisa mengenalmu, bisa mencintaimu meskipun ku tahu
dirimu bukan untukku. Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu,
meski ujung penutupmu pun aku tak pernah berani sentuh. Jangan pernah
kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu, indahmu kau pertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli, tapi kau akan jadi wanita biasa, tak lebih,
di hadapanku jika kau kalah.
Wanita Suci…
Beri sepenuh diri pada dirinya, sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati
bawa dirimu pada Sang Maha Pencinta. Untuknya dirimu ada, itu kata otakku,
terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi. Tunggu sang lelaki suci datang
menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad. Atau kejar sang lelaki suci,
itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah. Jangan ada ragu,
jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci. Bariskan harapmu pada
istikharah sepenuh hati sedalam arti ikhlas. Relakan Allah pilihkan lelaki suci bagimu,
mungkin sekarang atau nanti bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di alam permainan saat ini.
Mungkin dirimu disiapkan untuk menjadi ‘Ainul Mardiyah bagi lelaki pilihan-Nya.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu yang kau bangun dengan
kekhusyu’an ibadah.
Wanita Suci…
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itulah pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah, karena Dia Yang Maha Mengetahui.
Mungkin kebaikan itu bukan terletak pada lelaki terpilih itu, melainkan pada
jalan yang telah kau pilih. Seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu
yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima
keputusan Sang Kekasih tertinggi. Kekasih tempat kita (seharusnya)
memberi semua cinta dan menerima yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita.
Wanita Suci…
Engkaulah madrasah pendidik generasi, tempat bersemai mujahid-mujahid
pengganti peluh serta darah yang telah tertumpah di hamparan bumi Islam tercinta ini.
Dirimu adalah penentram jiwa yang gundah di kala ujian dan goda datang menimpa.
Kaulah peneguh hati nan dilanda sunyi, senyummu penyejuk sanubari.
===

Ngapain tuh ngebicarain gw… kalo butuh tinggal bilang ajah.. ntar gw FUULL servis dah.. hihihihi…
tapi makasih dah jadi secret admire gw.. heheheh.. jadi malow… horny nih,dah ga tahan.. >_
Comment by Wanita Suci — February 28, 2008 @ 3:56 am